ADMINISTRASI
PEMBELAJARAN
1. Kalender pendidikan
2. Analisa minggu efektif
3. Silabus
4. Program Tahunan
5. Program Semester
6. KKM
7. Rencana Program Pembelajaran

Standart Komp. : Menata Produk
Tingkat/ Semester : XI / 4
Komp. Keahlian : Pemasaran
Nama Guru : Dra. Suparni
SMK KRISTEN BLORA
Jl.
Bhayangkara 1A. Telp.(0296) 531502
TAHUN 2011/2012
ANALISA MINGGU EFEKTIF
Standart Komp : Menata Produk Kelas
/ Semester : XI / 3
Kom. Keahlian : Pemasaran Tahun
Pel. : 2011/2012
Semester Gasal
No
|
Bulan
|
Jumlah
Minggu
|
Jumlah
Mgg
tdk
Efektif
|
Jumlah
Minggu
Efektif
|
Keterangan
Mgg
tak Efektif
|
1
|
Juli
|
4
|
2
|
2
|
Awal
Tahun baru dan MOS
|
2
|
Agustus
|
4
|
1
|
3
|
Awal puasa & HUT RI
|
3
|
September
|
5
|
1
|
4
|
Libur Idul Fitri
|
4
|
Oktober
|
4
|
-
|
4
|
|
5
|
Nopember
|
5
|
-
|
5
|
|
6
|
Desember
|
5
|
4
|
1
|
Libur
Semester dan Natal
|
Jumlah
|
|
|
19
|
|
Jumlah jam efektif = jam tiap minggu x banyak minggu
= 2
x 19 = 38 jam
Semester Genap
No
|
Bulan
|
Jumlah
Minggu
|
Jumlah
Mgg
tdk
Efektif
|
Jumlah
Minggu
Efektif
|
Keterangan
Mgg
tak Efektif
|
1
|
Januari
|
4
|
-
|
4
|
|
2
|
Februari
|
4
|
2
|
2
|
UKK & UP Adaptif/Normatif
|
3
|
Maret
|
5
|
2
|
3
|
UAS
|
4
|
April
|
5
|
2
|
3
|
Tes Smt Genap & UAN
|
5
|
Mei
|
5
|
-
|
5
|
|
6
|
Juni
|
4
|
2
|
2
|
Tes
Semester dan libur Smt.
|
Jumlah
|
|
|
19
|
|
Jumlah jam efektif = jam tiap minggu x banyak minggu
= 2
x 19 = 38 jam
Mengetahui Blora, 15 Januari 2012
Kepala Sekolah Guru
Mata Diklat
Dra. Ema Rumayanti
Dra.
Suparni
PROGRAM TAHUNAN
SMK KRISTEN BLORA
Standart Komp : Menata Produk Kelas / Semester :
XI / 3 dan 4
Kom. Keahlian : Pemasaran Tahun
Pel. : 2011/2012
No
|
Nomor
SK/KD
|
Standart Kompetensi
Kompetensi Dasar / Indikator
|
Alokasi Waktu
|
Ket
|
1
|
|
Menginterpretasikan Perencanaan
Visual Penataan Produk.
|
|
Semester gasal
|
|
1.1
|
Pengertian display dan tujuan
display.
|
6 jam
|
|
|
1.2
|
Identifikasi
Produk.(Klasifikasi Produk)
|
8 jam
|
|
|
|
a. Menurut kepuasan segera dan
kesejahteraan konsumen jangka panjang.
|
|
|
|
|
b. Menurut tujuan pemakaian.
|
|
|
|
|
c. Barang-barang supermarket
|
|
|
|
|
d.Jenis, sifat, dan spesifikasi barang supermarket
|
|
|
|
1.3
|
SOP penataan prod dari suatu perusahaan.
|
14 jam
|
|
|
|
a. Labelling
|
|
|
|
|
b. Display
|
|
|
|
|
c. Peralatan display
|
|
|
|
1.4
|
Ketrampilan menginterpretasikan
perencanaan visual penataan produk.
|
10 jam
|
|
2
|
|
Memonitor Penataan / Display Produk
|
|
Semester genap
|
|
2.1
|
Menata produk sesuai perencanaan
|
14 jam
|
|
|
|
a.Pengetahuan tentanf barang fashion
|
|
|
|
|
b. SOP Penataan produk fashion
|
|
|
|
2.2
|
Mengidentifikasi kerusakan atau perubahan display produk
|
12 jam
|
|
|
|
a. Mengatasi setiap
perubahan pada display produk
|
|
|
|
|
b. Sikap yang harus
dilakukan dalam memonitor display produk
|
|
|
|
2.3
|
Trampil dalam mengatasi
perubahan pada display produk.
|
12 jam
|
|
|
|
a. Cermat dan teliti
dalam memonitor penataan / display produk
|
|
|
|
|
b. Tugas dan tanggung
jawab merchandiser.
|
|
|
Mengetahui Blora, 15 Januari 2012
Kepala Sekolah Guru Mata Diklat
Dra. Ema Rumayanti
Dra. Suparni
PENENTUAN
KRITERIA KETUNTASAN BELAJAR MINIMAL
(KKM)
Komp. Keahlian : Menata Produk
Kelas :
XI Pemasaran
SK/KD/Indikator
|
Kompleks
|
Sarana pendkung
|
Intaks
|
KKM
|
||
Indikator
|
KD
|
SK
|
||||
1. Menginterpretasikan Perencanaan Visual Penataan Produk.
|
|
|
|
|
72,3
|
71,5
|
1.1. Pengertian display dan
tujuan display
|
3
|
2
|
2
|
77,8
|
|
|
1.2. Identifikasi Produk.(Klasifikasi
Produk)
|
2
|
2
|
2
|
66,7
|
|
|
1.3. SOP penataan prod dari
suatu perusahaan.
|
3
|
2
|
2
|
77,8
|
|
|
1.4. Ketrampilan
menginterpretasikan perencanaan
visual penataan produk.
|
2
|
2
|
2
|
66,7
|
|
|
2. Memonitor penataan produk.
|
|
|
|
|
70,4
|
|
2.1. Menata produk sesuai perencanaan (Prod fashion)
|
3
|
2
|
2
|
77,8
|
|
|
2.2. Mengidentifikasi kerusakan atau
perubahan display produk
|
2
|
2
|
2
|
66,7
|
|
|
2.3.
Trampil dalam mengatasi perubahan pada display produk.
|
2
|
2
|
2
|
66,7
|
|
|
Mengetahui Blora, 15 Januari 2012
Kepala Sekolah Guru
Mata Diklat
Dra. Ema Rumayanti
Dra. Suparni
RENCANA PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
NOMOR 01
Sekolah : SMK KRISTEN BLORA
Mata
Pelajaran : Produktif Pemasaran
Kelas /
Semester : XI/3
Pertemuan Ke : I (Satu) s.d VII (tujuh)
Alokasi Waktu : 14 x 45 menit
Standar Kompetensi : Menata Produk
Kode Standar Kompetensi : 121.K.K.02
Kompetensi Dasar : Menginterpretasikan Perencanaan Visual Penataan
Produk
Indikator : 1. Pengetahuan
tentang produk fashion
2.
SOP
penataan produk fashion
A. Tujuan Pembelajaran
Setelah mengikuti pembelajaran diharapkan
siswa memiliki pengetahuan tentang:
1.
Pengertian produk fashion
2.
Kriteria fashion disebut fashionable
3.
Kriteria barang fashion
4.
Pengetahuan tentang produk fashion
5.
SOP Penataan produk fashion
6.
Prinsip penataan produk fashion.
7.
Labelling
8.
Kriteria display barang fashion.
9.
Penataan barang jika stok barang menurun
10. Pemajangan
sepasu / sandap
11. Teknik
pemajangan barang fashion.
12. Penggunaan
rak.
13. Penggunaan
gantungan / hanger.
14. Alat
bantu display
B. Materi Pembelajaran
1. Pengetahuan tentang Produk
fashion.
Produk fashion adalah: Produk yang mempunyai ciri khusus
yang tepat, dan mewakili style yang sedang tren dalam waktu tertentu.
Sebuah prosuk dikatakan fashionable jika:
a.
Konsumen
bersedia meluangkan uang, waktu dan tenaganya untuk produk tersebut.
b.
Produk
dapat mempertinggi image retailer serta meningkatkan traffic konsumen.
c.
Produk
berbeda dengan yang dijual pleh persh. kompetitor.
Menurut pemerhati mode:
a.
Berorientasi
pada kehidupan masyarakat sekitar.
b.
Memberi
kesenangan pada pemakainya.
c.
Pemakai
dapat diterima dilingkungannya.
d.
Pemakai
dapat menonjolkan diri di lingkunganya,
e.
Pemakainya
dapat memiliki percaya diri.
f.
Memiliki
nilai estetika.
Kriteria barang fashion ada 2 yaitu barang putus,
dan barang konsinyasi.
Lingkup prosuk fashion.
a.
Pakaian
waqnita.
b.
Pakaian
pria.
2. SOP Penataan Produk
fashion.
a. Prinsip penataan produk fashion.
Ø
Penataan barang baru
Ø
Penataan barang barang yang tak lengkap
Ø
Penggunaan wagon display
Ø
Penggunaan fixture kombinasi antara rak
dan T stand
Ø
Penggunaan bracket dan hook
Ø
Penataan barang jika stok barang menurun
Ø
Pemajangan sepatu dan sandal
b.
Labelling.
Penempelan produk fashion secara umun adalah pada bagian
sebelah kanan atas fashion (depan) dengan
ketentuan.
Ø
Tidak menutupi merek
Ø
Tidak menutup artikel barang
Ø
Tidak menutup bag lain yang penting
Ø
Letak mendatar
Ø
Label bersih
c.
Display
Ø
Kriteria display barang fashion
Ø
Teknik pemajangan.
o
Berdasarkan warna.
o
Penggunaan rak
o
Penggunaan gantungan / hanger
o
Penggunaan almari kaca
o
Alat bantu display
Catatan:
Pendisplayan yang baik, teliti dan
teratur akan memberikan lima kemudahan bagi konsumen maupun pihak perusahaan,
yaitu :
a. Mudah untuk dimengerti
b. Mudah untuk dilihat
c. Mudah nenilih
d. Mudah diambil dan diletakkan kembali
e. Mudah dirapikan
Delapan Visual merchandise yang harus di wujudkan dalam display
a. Unik
b. Dramatis
c. Menyenangkan
d. Sesuai dengan kultur
e. Mjudah dimengerti
f. Menunjukkan penggunaan
g. Mengundang kreativitas
h. Menciptakan traffic konsumen
a. Mudah untuk dimengerti
b. Mudah untuk dilihat
c. Mudah nenilih
d. Mudah diambil dan diletakkan kembali
e. Mudah dirapikan
Delapan Visual merchandise yang harus di wujudkan dalam display
a. Unik
b. Dramatis
c. Menyenangkan
d. Sesuai dengan kultur
e. Mjudah dimengerti
f. Menunjukkan penggunaan
g. Mengundang kreativitas
h. Menciptakan traffic konsumen
C. Metode Pembelajaran
1.
Ceramah
disertai tanya jawab
2.
CBSA
3.
Contextual Teaching Learning (CTL) for principle
electricity.
D. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN
1. Pertemuan Pertama
1.1. Kegiatan Awal (10 menit)
1.1.1. Apersepsi menggunakan pemahaman.tentang pengertian produk fashion
1.1.2. Motivasi dibangkitkan melalui pertunjukan gambar-gambar sehingga dapat membangkitkan pikiran siswa tentang pengetahuan tentang
barang fashion.
1.2. Kegiatan Inti (70 menit)
1.2.1. Ekplorasi,
1.2.1.1. Optimalisasi pemahaman dan pengetahuan
siswa tentang pengertian
produk fashion dan pengetahuan tentang barang fashion.
1.2.1.2. Review ide, gagasan pengetahuan tentang
produk fashion.
1.2.2. Elaborasi
1.2.2.1.Membudayakan penggunaan prosedur yang baik dan benar dalam proses berfikir, harapannya adalah aplikasi
praktis pada fenomena / persoalan sehari – hari.
1.2.2.2.Membiasakan diri dalam memecahkan masalah display dilakukan dengan
langkah ilmiah .
1.2.3. Konfirmasi
Penyamaan persepsi menggunakan metode pengamatan, servey lapangan agar dapat
menunjang pelaksanaan praktik di
lapangan.
1.3.
Kegiatan Akhir (10 menit)
1.3.1. Review tentang pemahaman materi pengertian produk fashion.
1.3.2. Penugasan berupa tugas mandiri terstruktur
tentang display barang
fashion.
2. Pertemuan Kedua
2.1. Kegiatan Awal (10 menit)
2.1.1. Apersepsi dengan menggunakan pertanyaan
ringan tentang kriteria barang fashion dan syarat produk fashionable.
2.1.2. Motivasi dibangkitkan melalui tanya jawab. Tujuannnya
untuk membuktikan kepada peserta didik apakah telah memahami
materi yang telah diajarkan sebelumnya atau belum.
2.2. Kegiatan Inti (70 menit)
2.2.1. Ekplorasi,
2.2.1.1.Optimalisasi pemahaman dan pengetahuan
siswa tentang kriteria barang
fashion dan syarat produk fashionable.
2.2.1.2.Menggali dan menemukan konsep, prinsip, cara dan metode melalui berbagai
metode pembelajaran yang relevan.
2.2.2.
Elaborasi
2.2.2.1.Membudayakan penggunaan cara-cara yang baik dan benar dalam proses berfikir, harapannya adalah
aplikasi praktis pada fenomena / persoalan sehari – hari.
2.2.2.2.Membiasakan diri dalam memecahkan masalah
sesuai dengan langkah ilmiah .
2.2.3.
Konfirmasi
2.2.3.1. Penyamaan persepsi dengan menggunakan metode Librarian Study, education net terhadap fenomena sehari – hari yang ada di lapangan.
2.2.3.2. Mengkonfirmasikan pengetahuan yang didapat
siswa dengan praktisi /Merchandiser
dilapangan.
2.3.
Kegiatan Akhir (10 menit)
2.3.1. Review tentang pemahaman materi yang diberikan.
2.3.2.
Penugasan
berupa kunjungan ke
supermarket terdekat secara mandiri kepada semua siswa.
3. Pertemuan Ketiga
3.1. Kegiatan Awal (10 menit)
3.1.1. Apersepsi menggunakan pendekatan review
tentang SOP penataan produk
fashion serta prinsip penataan produk fashion.
3.1.2. Motivasi siswa dibangkitkan melalui pembahasan singkat tetapi rinci, tentang hal-hal yang
harus diperhatikan dalam menata produk fashion.
3.2.
Kegiatan Inti (70 menit)
3.2.1. Ekplorasi
3.2.1.1. Optimalisasi pemahaman dan pengetahuan
siswa tentang SOP Penataan
produk fashion serta prinsip penataan produk fashion.
3.2.1.2. Menggali dan menemukan konsep, prinsip dan
fenomena potensial , dalam display produk fashion.
3.2.1.3. Melakukan kajian/analisa konsep usaha khususnya usaha dagang dalam melakukan
penataan produk fashion.
3.2.2.
Elaborasi
3.2.2.1. Membudayakan cara-cara yang dapat dimanfaatkan khususnya
penjual , dengan harapan ada aplikasi praktis dalam kehidupan sehari –
hari.
3.2.2.2. Membiasakan diri dalam memecahkan masalah melalui studi pustaka serta melalui kajian dilapangan..
3.2.3.
Konfirmasi
3.2.3.1. Penyamaan persepsi antara penggunakan metode Librarian Study, dengan praktik lapangan sehari –
hari.
3.2.3.2. Mengkonfirmasikan pengetahuan yang didapat
siswa dengan praktisi merchandiser / nara sumber yang dikenal.
3.3.
Kegiatan Akhir (10 menit)
3.3.1. Review tentang pemahaman materi SOP Penataan Prduk fashion serta prinsip
penataan produk fashion.
3.3.2. Penugasan berupa resume hasil eksplorasi
tentang bagian – bagian
display produk yang baik sebagai salah
satu teknik untuk menarik minat membeli.
4.
Pertemuan Keempat.
4.1. Kegiatan Awal (10 menit)
4.1.1. Apersepsi menggunakan pendekatan review
tentang labelling dan
kriteria display barang fashion.
4.1.2. Motivasi siswa dibangkitkan melalui pembahasan singkat tetapi rinci, tentang hal-hal yang
harus diperhatikan dalam labelling .
4.2.
Kegiatan Inti (70 menit)
4.2.1. Ekplorasi,
4.2.1.1. Optimalisasi pemahaman dan pengetahuan
siswa tentang labelling dan
kriteria display produk fashion.
4.2.1.2. Menggali dan menemukan konsep, prinsip dan
fenomena potensial , dalam praktik labelling.
4.2.1.3. Melakukan kajian/analisa konsep usaha khususnya usaha dagang dalam melakukan
labelling
4.2.2.
Elaborasi
4.2.2.1. Membudayakan cara-cara yang mudah dan dapat dimanfaatkan
khususnya penjual , dengan harapan ada aplikasi praktis dalam praktik kehidupan sehari –
hari.
4.2.2.2. Membiasakan diri dalam memecahkan masalah melalui studi pustaka serta melalui kajian dilapangan..
4.2.3.
Konfirmasi
4.2.3.1. Penyamaan persepsi antara penggunakan metode Librarian Study, dengan praktik lapangan sehari –
hari.
4.2.3.2. Mengkonfirmasikan pengetahuan yang didapat
siswa dengan praktisi merchandiser / nara sumber yang dikenal.
4.3.
Kegiatan Akhir (10 menit)
4.3.1. Review tentang pemahaman materi labelling dan kriteria display produk
fashion.
4.3.2. Penugasan berupa resume hasil eksplorasi
tentang bagian – bagian
display produk yang baik sebagai salah
satu teknik untuk menarik minat membeli
5.
Pertemuan Kelima
5.1.
Kegiatan Awal (10 menit)
5.1.1. Apersepsi menggunakan pendekatan review
tentang cara penataan produk
jika stok barang menurun.
5.1.2. Motivasi siswa dibangkitkan melalui pembahasan singkat tetapi rinci, tentang hal-hal yang
harus diperhatikan dalam menata produk jika stok barang menurun.
5.2.
Kegiatan Inti (70 menit)
5.2.1.
Ekplorasi,
5.2.1.1. Optimalisasi pemahaman dan pengetahuan
siswa tentang display produk.
5.2.1.2. Menggali dan menemukan konsep, prinsip dan
fenomena potensial , dalam bagian-bagian display produk.
5.2.1.3. Melakukan kajian/analisa konsep usaha khususnya usaha dagang dalam melakukan
penataan produk jika stok barang menurun.
5.2.2.
Elaborasi
5.2.2.1. Membudayakan cara-cara yang dapat dimanfaatkan khususnya
penjual , dengan harapan ada aplikasi praktis dalam kehidupan sehari – hari.
5.2.2.2. Membiasakan diri dalam memecahkan masalah melalui studi pustaka serta melalui kajian dilapangan..
5.2.3.
Konfirmasi
5.2.3.1. Penyamaan persepsi antara penggunakan metode Librarian Study, dengan praktik lapangan sehari –
hari.
5.2.3.2. Mengkonfirmasikan pengetahuan yang didapat
siswa dengan praktisi merchandiser / nara sumber yang dikenal.
5.3.
Kegiatan Akhir (10 menit)
5.3.1. Review tentang pemahaman materi display produk jika stok menurun.
5.3.2. Penugasan berupa resume hasil eksplorasi
tentang bagian – bagian
display produk yang baik sebagai salah
satu teknik untuk menarik minat membeli
6.
Pertemuan Keenam.
6.1. Kegiatan Awal (10 menit)
6.1.1. Apersepsi menggunakan pendekatan review
tentang teknik pemajangan
produk dan penggunaan rak.
6.1.2. Motivasi siswa dibangkitkan melalui pembahasan singkat tetapi rinci, tentang hal-hal yang
harus diperhatikan dalam penggunaan rak.
6.2.
Kegiatan Inti (70 menit)
6.2.1. Ekplorasi,
6.2.1.1. Optimalisasi pemahaman dan pengetahuan
siswa tentang teknik
pemajangan produk dan penggunaan rak..
6.2.1.2. Menggali dan menemukan konsep, prinsip dan
fenomena potensial , dalam teknik pemajangan produk.
6.2.1.3. Melakukan kajian/analisa konsep usaha khususnya usaha dagang dalam melakukan
penataan produk dan penggunaan rak.
6.2.2.
Elaborasi
6.2.2.1. Membudayakan cara-cara yang dapat dimanfaatkan khususnya
penjual , dengan harapan ada aplikasi praktis dalam kehidupan sehari –
hari.
6.2.2.2. Membiasakan diri dalam memecahkan masalah melalui studi pustaka serta melalui kajian praktis dilapangan..
6.2.3.
Konfirmasi
6.2.3.1. Penyamaan persepsi antara penggunakan metode Librarian Study, dengan praktik lapangan sehari –
hari.
6.2.3.2. Mengkonfirmasikan pengetahuan yang didapat
siswa dengan praktisi merchandiser / nara sumber yang dikenal.
6.3.
Kegiatan Akhir (10 menit)
6.3.1. Review tentang pemahaman materi teknik pemajangan dan penggunaan rak.
6.3.2.
Penugasan
berupa resume hasil eksplorasi tentang materi teknik pemajangan dan penggunaan rak.
7.
Pertemuan Ketujuh.
7.1. Kegiatan Awal (10 menit)
7.1.1. Apersepsi menggunakan pendekatan review
tentang penggunaan gantungan
dan alat bantu lainnya.
7.1.2. Motivasi siswa dibangkitkan melalui pembahasan singkat tetapi rinci, tentang penggunaan
gantungan dan alat bantu display lainnya..
7.2.
Kegiatan Inti (70 menit)
7.2.1. Ekplorasi,
7.2.1.1. Optimalisasi pemahaman dan pengetahuan
siswa tentang penggunaan
gantungan dan alat bantu displai lainnya.
7.2.1.2. Menggali dan menemukan konsep, prinsip dan
fenomena potensial , dalam bagian-bagian display produk.
7.2.1.3. Melakukan kajian/analisa konsep usaha khususnya usaha dagang dalam melakukan
penataan produk.
7.2.2.
Elaborasi
7.2.2.1. Membudayakan cara-cara yang dapat dimanfaatkan khususnya
penjual , dengan harapan ada aplikasi praktis dalam kehidupan sehari –
hari.
7.2.2.2. Membiasakan diri dalam memecahkan masalah melalui studi pustaka serta melalui kajian dilapangan..
7.2.3.
Konfirmasi
7.2.3.1. Penyamaan persepsi antara penggunakan metode Librarian Study, dengan praktik lapangan sehari –
hari.
7.2.3.2. Mengkonfirmasikan pengetahuan yang didapat
siswa dengan praktisi merchandiser / nara sumber yang dikenal.
7.3.
Kegiatan Akhir (10 menit)
7.3.1. Review tentang pemahaman materi penggunaan gantungan dan alat bantu
display lainnya.
7.3.2. Penugasan berupa resume hasil eksplorasi
tentang penggunaan gantungan
dan alat bantu display lainnya sebagai salah satu alat untuk menarik minat membeli
E. Alat / Media Belajar
1.
Internet
2.
Lap Top dan LCD
3.
Lingkungan
4.
Perpustakaan
5.
Buku
pegangan guru.
F. Buku Pegangan Guru / Siswa
1. Puspitasari, Devi, Direktorat Pembinaan
Sekolah Kejuruan ,Direktorat Jendral Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah
Departemen Nasional, 2008.
2.
Materi Training assessor Penjualan, 2006
3.
Modul Menata Produk
4.
UU No. 8 Tahun 1999
G. T u g a s
1.
Tugas Terstruktur
2.
Tugas Non Terstruktur / Tugas Mandiri
H. Penilaian Hasil Belajar
1. Teknik : Penilaian Langsung
2. Bentuk Instrumen : 2.1. Tes lisan jawaban tertulis (evaluasi reguler)
2.2. Tugas Khusus (soal essay)
3. Soal/ Instrumen : Pilihan ganda 5 opsi jawaban
Ulangan
Reguler, 8 soal essay
Ulangan
Remedial 1, 6 soal essay
Ulangan
Remedial 2, 3 soal essay
Ulangan
Remedial 3, 3 soal essay
1. Pedoman Penskoran Indikator 1 :
Kegiatan
|
Skor
|
1. Jelaskan pengertian produk fashion dan
sebutkan 4 produk yang termasuk kelompok produk fashion!
|
5
|
2.
Sebutkan 3 Kriteria fashion disebut
fashionable!
|
5
|
3.
Sebutkan 2 Kriteria barang fashion!
Dan beri penjelasanya!
|
5
|
4. Jelaskan
tentang prinsip penataan produk fashion!
|
10
|
2. Pedoman Penskoran Indikator 2 :
Kegiatan
|
Skor
|
5.
Apa yang
dimaksud labelling, dan jelaskan cara melakukan labelling!
|
5
|
6.
Jelaskan
tentang kriteria display produk fashion!
|
10
|
7.
Jelaskan
tentang penggunaan rak pada produk fashion!
|
10
|
8.
Sebut dan
jelaskan 3 contoh peralatan display untuk produk fashion!
|
5
|
Tes penugasan ada 2 :
- Mengungkapkan secara lisan konsep wisata belanja dalam hubungannya dengan peningkatan volume penjualan produk
2. Merumuskan
secara tertulis tentang penataan
produk yang baik sesuai standart perusahaan.
3. Pedoman
Penskoran Semua Indikator :
Kegiatan
|
Skor
|
Ulangan Reguler Materi Menata
Produk
|
10
|
4. Skor
ulangan maksimal : 10
Nilai
Sesuai Indikator
Nomor 1, 2, 3, 5, 8total skor = 25
Nomor 4, 6, 7 total skor = 30
Jumlah = 55
Nilai
max = 55 x 2 = 110
Nilai = 110 : 11 = 10
Blora, 15 Januari 2012
Mengetahui Guru Mata Diklat
Kepala SMK Kristen Blora
Dra. Ema Rumayanti Dra. Suparni
RENCANA
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
NOMOR 02
Sekolah : SMK KRISTEN BLORA
Mata
Pelajaran : Produktif Pemasaran
Kelas /
Semester : XI/3
Pertemuan Ke : VIII (Delapan) s.d XII (Duabelas)
Alokasi Waktu : 12 x 45 menit
Standar Kompetensi : Menata Produk
Kode Standar Kompetensi : 121.K.K.02
Kompetensi
Dasar : Mengidentifikasi Kerusakan atau Perubahan
Display Prod.
Indikator : 1. Mengatasi Setiap Perubahan Pada Display Produk
2. Sikap yang harus dilakukan dalam memonitor
display produk
A. Tujuan
Pembelajaran
Diharapkan
siswa memiliki kompetensi – kompetensi atau pengalaman belajar tentang
1.
Aktivitas mengawasi customer
2.
Identifikasi kerusakan pada display produk
3.
Hal-hal yang menyebabkan perubahab pada
display produk
4.
Langkah-langkah yang perlu diambil
sebelum mengatasi perubahan display produk.
5. Mengatasi perubahan display produk
6. Sikap dalam mengatasi perubahan display
produk.
B. Materi
Evaluasi Penataan atau Display Produk
Aktivitas mengawasi customer
adalah kegiatan sehari-hari dari bagian pengawas floor.
a. Window display
Cara memajang sample barang, gambar,
kartu harga ( barcode ), simbol-simbol di bagian depan toko yang disebut etalase.
b. Exterior display
Cara memajang barang di luar toko,
misal pameran, obral cuci gudang dan pasar malam.
c. Interior display
Cara memajang barang di luar toko,
misal pameran, obral cuci gudang dan pasar malam.
d. Sold display
Adalah :
·
Perencanaan display sesuai SOP (Standard
Operating Procedure)
·
Penataan barang dagangan
·
Pemeliharaan
display
·
Waktu
penggantian
e. Point
of Sales Signing
Adalah :
·
Simbul-simbul
(lambang)
·
Poster
- poster
·
Papan
yang digantung
·
Semboyan
/ tulisan sebagai tanda arah penjualan
f. Store
Front Banner
Adalah :
·
Tulisan
pada spanduk
·
Tulisan
pada papan board
·
Yang
bertema promosi untuk mendukung penjualan dalam rangka meningkatkan volume penjualan
·
Bisa
indoor maupun outdoor
Mengidentifikasi
Kerusakan
Identifikasi kerusakan disesuaikan
dengan SOP, Standard Operating Procedure berisi tentang :
- Continous of image (kesan berlanjut) terhadap hal-hal baru di toko
- Lay out dengan efisiensi space/tempat, yakni
o
Tidak
berkesan menumpuk
o
Display
tidak mengganggu pelayanan
o
Penempatan
barang saling berkaitan
o
Mudah
dilihat dan mengambil
o
Customer mudah
berjalan
o
Perbaikan
tata ruang sesuai kebutuhan customer
Identifikasi kerusakan / perubahan akibat
dari :
a. Tangan Customer (Customer Hand)
Berpindahnya
barang dari satu departemen ke departemen lain akibat konsumen tidak jadi
membeli atau kesengajaan ditaruh karena tidak jadi membeli.
b. Kedaluarsa
Produk
yang dijual telah habis masa konsumsinya atau telah habis masa pakai.
c. Kecelakaan
Kecelakaan
adalah salah satu kelalaian / kecerobohan dari customer yang mengakibatkan
rusaknya produk, yang tanpa diketahui pegawas floor.
d. Hilang dicuri
Barang hilang karena dicuri kemudian tertangkap tangan baik langsung
maupun dengan pengamatan atau kamera CCTV, orangnya akan difoto dan akan
ditempel di pos satpam dan akan dilaporkan pada kepolisian.
Tindakan Mengatasi perubahan display produk.
a. Hilang dicuri
Dalam mengambil
tindakan tergantung pada permasalahan yang sedang dihadapi, langkah yang
diambil pada umumnya mengacu sebagai berikut :
·
Observasi
·
Pencegahan
·
Mengatasi
b. Observasi
Observasi
dilakukan oleh petugas berseragam ataupun tidak yang dilaksanakan secara
simpatik namun tegas sehingga tidak mengganggu pelayanan terhadap customer
yang sedang berbelanja, ataupun melalui sarana seperti Cermin Cembung, CCTV
dll
c. Pencegahan
Langkah
antisipasi sebelum terjadi permasalahan adalah tindakan bijaksana, dalam
mengawasi produk yang dijual, dengan cara seperti :
1.
Menempelkan Banner “ Mengambil tanpa bayar
adalah pencurian yang akan dilaporkan pada pihak kepolisian “
2.
Pemasangan sarana pengaman, seperti Alarm
produk, bila tidak dicopot oleh Kasir, akan berbunyi di pintu keluar.
3.
Pemasangan cermin cembung
4.
Pemasangan CCTV
5.
Pengawasan langsung berseragam atau tidak
Semua bentuk
pencegahan dilakukan dengan tidak mengganggu pelayanan dan kenyamanan customer
d.
Mengatasi
Sesuai dengan
identifikasi yang dilakukan, apabila diketahui permasalahan yang dihadapi, maka
dilakukan cara untuk mengatasinya, yang diuraikan sbb:

Sikap yang dibutuhkan dalam mengatasi perubahan display
produk.
Ø
Cermat,
Teliti dan bertanggung jawab.
C. Metode Pembelajaran
1.
Ceramah
disertai tanya jawab
2.
CBSA
3.
Contextual Teaching Learning (CTL) for principle
electricity.
D.
Langkah-langkah kegiatan pembelajaran
1. Pertemuan kedelapan
1.1. Kegiatan Awal (10
menit)
1.1.1. Apersepsi menggunakan pemahaman penataan produk yang ada di sebuah super
market dengan metode tanya
jawab ringan tentang
perubahan display produk.
1.1.2. Motivasi dibangkitkan melalui small
experimental berupa penggunaan macam-macam barang sehingga dapat membangkitkan pikiran siswa tentang
perubahan display produk.
1.2. Kegiatan Inti (70 menit)
1.2.1. Ekplorasi,
1.2.1.1.
Optimalisasi
pemahaman dan pengetahuan siswa tentang evaluasi perubahan display produk.
1.2.1.2.
Menggali
dan menemukan konsep, prinsip dan cara yang tepat dalam melakukan identifikasi perubahan display produk.
1.2.2.
Elaborasi
1.2.2.1.
Membudayakan
penggunaan prosedur yang baik
dan benar dalam proses
berfikir, harapannya adalah aplikasi praktis pada fenomena / persoalan sehari –
hari di lapangan.
1.2.2.2.
Membiasakan
diri dalam memecahkan masalah sesuai dengan langkah yang sistematis
1.2.3.
Konfirmasi
Penyamaan persepsi menggunakan metode Librarian
Study, dengan pelaksanaan
praktik di lapangan.
1.3.
Kegiatan Akhir (10 menit)
1.3.1. Review tentang pemahaman materi evaluasi perubahan display produk
1.3.2. Penugasan berupa tugas mandiri terstruktur
tentang evaluasi perubahan
display produk..
2. Pertemuan Kesembilan
2.1. Kegiatan Awal (10 menit)
2.1.1. Apersepsi melalui fenomena-fenomena yang
sering dihadapi dalam identifikasi perubahan display produk
2.1.2. Motivasi dibangkitkan melalui tanya jawab. Tujuannnya untuk membuktikan kepada peserta didik apakah telah memahami
materi yang telah diajarkan sebelumnya atau belum.
2.2..Kegiatan Inti (70 menit)
2.2.1
Ekplorasi,
2.2.1.1
.
Optimalisasi pemahaman dan pengetahuan siswa tentang identifikasi perubahan display produk.
2.2.1.2
.
Menggali dan menemukan konsep, prinsip, cara dan metode melalui berbagai metode pembelajaran yang relevan.
2.2.1.3
.
Merumuskan cara yang dianggap
praktis dalam melakukan klasifikasi
perubahan display produk.
2.2.2.
Elaborasi
2.2.2.1. Membudayakan penggunaan cara-cara
yang baik dan benar dalam proses berfikir, harapannya adalah aplikasi praktis pada fenomena /
persoalan sehari – hari di
lapangan.
2.2.2.2. Membiasakan diri dalam memecahkan masalah
sesuai dengan langkah yang
sistematis
2.2.3.
Konfirmasi
2.2.3.1. Penyamaan persepsi menggunakan metode studi lapangan, metode pembelajaran internet , dengan fenomena sehari – hari yang ada di lapangan.
2.2.3.2. Mengkonfirmasikan pengetahuan
yang didapat siswa dengan praktisi /Merchandiser .
2.3.Kegiatan Akhir (10 menit)
2.3.1.
Review
tentang pemahaman materi yang telah diberikan.
2.3.2.
Penugasan
berupa kunjungan ke
supermarket terdekat secara mandiri kepada siswa agar siswa dapat mengetahui korelasi antara pengetahuan yang diterima
dengan keadaan langsung dilapangan.
3. Pertemuan Kesepuluh.
3.1.
Kegiatan Awal (10 menit)
1.1.1. Apersepsi menggunakan pendekatan review
tentang sebab-sebab kerusakan
/ perubahan display produk.
1.1.2. Motivasi dibangkitkan melalui pembahasan
singkat tetapi rinci tentang sebab-sebab kerusakan / perubahan display produk.
3.2.
Kegiatan Inti (70 menit)
3.1.1.
Ekplorasi,
3.1.1.1.
Optimalisasi
pemahaman dan pengetahuan siswa tentang sebab-sebab kerusakan / perubahan display produk.
3.1.1.2.
Menggali
dan menemukan konsep, prinsip dan fenomena
potensial , dalam menemukan
sebab-sebab kerusakan / perubahan display produk..
3.1.1.3.
Melakukan
kajian/analisa sebab-sebab
kerusakan / perubahan display produk.
3.1.2.
Elaborasi
3.1.2.1.
Membudayakan
cara-cara yang dapat
dimanfaatkan , dengan harapan ada aplikasi praktis dalam kehidupan sehari –
hari.
3.1.2.2.
Membiasakan
diri dalam memecahkan masalah melalui studi pustaka serta melalui kajian dilapangan..
3.1.3.
Konfirmasi
3.1.3.1.
Penyamaan
persepsi antara penggunakan metode Librarian Study, dengan praktik lapangan sehari – hari di lapangan.
3.1.3.2.
Mengkonfirmasikan
pengetahuan yang didapat siswa dengan praktisi merchandiser / nara sumber yang dikenal.
3.3.
Kegiatan Akhir (10 menit)
3.3.1. Review tentang pemahaman materi sebab-sebab kerusakan / perubahan display
produk.
3.3.2. Penugasan berupa resume hasil eksplorasi
tentang sebab-sebab kerusakan
/ perubahan display produk..
4.
Pertemuan Kesebelas.
4.1. Kegiatan Awal (10 menit)
4.1.1. Apersepsi
menggunakan pendekatan review tentang materi sebelumnya
4.1.2. Motivasi dibangkitkan melalui pembahasan
singkat tetapi rinci tentantindakan mengatasi perubahan display produk.
4.2.
Kegiatan Inti (70 menit)
4.2.1. Ekplorasi,
4.2.1.1. Optimalisasi pemahaman dan pengetahuan
siswa tentang tindakan
mengatasi perubahan display produk
4.2.1.2. Menggali
dan menemukan konsep, prinsip dan fenomena
potensial , tentang
tindakan dalam mengatasi perubahan display produk.
4.2.1.3. Melakukan
kajian/analisa tindakan
mengatasi perubahan display
produk.
4.2.2.
Elaborasi
4.2.2.1. Membudayakan
cara-cara yang dapat
dimanfaatkan , dengan harapan ada aplikasi praktis dalam kehidupan sehari –
hari.
4.2.2.2. Membiasakan
diri dalam memecahkan masalah melalui studi pustaka serta melalui kajian dilapangan..
4.2.3.
Konfirmasi
4.2.3.1. Penyamaan
persepsi antara penggunakan metode Librarian Study, dengan praktik lapangan sehari – hari.
4.2.3.2. Mengkonfirmasikan pengetahuan yang didapat
siswa dengan praktisi merchandiser / nara sumber yang dikenal.
4.3.
Kegiatan Akhir (10 menit)
4.3.1. Review tentang pemahaman materi tindakan mengatasi peribahan display
produk..
4.3.2. Penugasan berupa resume hasil eksplorasi
tentang tindakan dalam
mengatasi perubahan display produk.
5.
Pertemuan Keduabelas.
5.1. Kegiatan Awal (10 menit)
5.1.1. Apersepsi menggunakan pendekatan review
tentang materi sebelumnya
5.1.2. Motivasi dibangkitkan melalui pembahasan
singkat tetapi rinci tentang langkah-langkah antisipasi sebelum terjadi kerusakan / perubahan dalam
display produk.
5.2.
Kegiatan Inti (70 menit)
5.2.1. Ekplorasi,
5.2.1.1. Optimalisasi pemahaman dan pengetahuan
siswa tentang langkah-langkah
antisipasi sebelum terjadi kerusakan / perubahan display produk..
5.2.1.2. Menggali
dan menemukan konsep, prinsip dan fenomena
potensial , dalam melakukan
langkah-langkah antisipasi sebelum terjadi kerusakan / perubahan display produk.
5.2.1.3. Melakukan kajian/analisa dalam melakukan langkah-langkah antisipasi sebelum
terjadi kerusakan/ perubahan display produk.
5.2.2.
Elaborasi
5.2.2.1. Membudayakan
cara-cara yang sistematis dalam aplikasi praktis dalam kehidupan sehari –
hari.
5.2.2.2. Membiasakan
diri dalam memecahkan masalah melalui studi pustaka serta melalui kajian logis dilapangan..
5.2.3.
Konfirmasi
5.2.3.1. Penyamaan persepsi antara penggunakan metode Librarian Study, dengan praktik lapangan sehari –
hari.
5.2.3.2. Mengkonfirmasikan pengetahuan yang didapat
siswa dengan praktisi merchandiser / nara sumber yang dikenal.
5.3.
Kegiatan Akhir (10 menit)
5.3.1. Review tentang pemahaman materi langkah-langkah antisipasi selum terjadi
kerusakan/ perubahan display produk.
5.3.2. Penugasan berupa resume hasil eksplorasi
tentang langkah-langkah
antisipasi sebelum terjadi kerusakan/perubahan display produk.
6.
Pertemuan Ketigabelas.
6.1. Kegiatan Awal (10 menit)
6.1.1. Apersepsi menggunakan pendekatan review
tentang materi sebelumnya
6.1.2. Motivasi dibangkitkan melalui pembahasan
singkat tetapi rinci tentang sikap yang dibutuhkan dalam mengatasi
perubahan display produk.
6.2.
Kegiatan Inti (70 menit)
6.2.1. Ekplorasi,
6.2.1.1. Optimalisasi pemahaman dan pengetahuan
siswa tentang sikap yang
dibutuhkan dalam mengatasi perubahan display produk.
6.2.1.2. Menggali
dan menemukan konsep, prinsip dan fenomena
potensial tentang sikap yang dibutuhkan dalam melakukan display produk.
6.2.1.3. Melakukan kajian/analisa tentang sikap yang dilakukan dalan mengatasi
perubahan display produk.
6.2.2.
Elaborasi
6.2.2.1. Membudayakan
cara-cara yang dapat
dimanfaatkan , dengan harapan ada aplikasi praktis dalam kehidupan sehari –
hari.
6.2.2.2. Membiasakan
diri dalam memecahkan masalah melalui studi pustaka serta melalui kajian dilapangan..
6.2.3.
Konfirmasi
6.2.3.1. Penyamaan persepsi antara penggunakan metode Librarian Study, dengan praktik lapangan sehari –
hari.
6.2.3.2. Mengkonfirmasikan pengetahuan yang didapat
siswa dengan praktisi merchandiser / nara sumber yang dikenal.
6.3.
Kegiatan Akhir (10 menit)
6.3.1. Review tentang pemahaman materi sikap yang dibutuhkan dalam mengatasi
perubahan display produk.
6.3.2. Penugasan berupa resume hasil eksplorasi
tentang sikap yang dibutuhkan
dalam mengatasi perubahan display produk.
E.
Alat / Media
Belajar
a.
Internet
b.
Lap Top dan LCD
c.
Lingkungan
d.
Perpustakaan
e.
Buku
pegangan guru.
f.
Lab. Karisma Mini Market.
F.
Buku
Pegangan Guru / Siswa
a.
Puspitasari,
Devi, Direktorat Pembinaan Sekolah Kejuruan ,Direktorat Jendral Manajemen
Pendidikan Dasar dan Menengah Departemen Nasional, 2008.
b.
Materi Training assessor Penjualan, 2006
c.
Modul Menata Produk
d.
UU No. 8 Tahun 1999
e.
Diktat Panduan POS Kasir.
G.
T u g a s
a.
Tugas Terstruktur
b.
Tugas Non Terstruktur / Tugas Mandiri
H. Penilaian Hasil Belajar
- Teknik : Penilaian Langsung
2. Bentuk Instrumen : 2.1. Tes lisan jawaban tertulis (evaluasi reguler)
2.2. Tugas Khusus (soal essay)
3. Soal/ Instrumen : Pilihan ganda 5 opsi jawaban
Ulangan Reguler, pratik melakukan klasifikasi produk dengan metode pendampingan.
1.
Pedoman Penskoran :
Kegiatan
|
Skor
|
1.
Sebutkan
ativitas yang dilakukan pengawas dalam mengatasi perubahan display produk!
|
10
|
2.
Pengawasan
manajemen dapat dilakukan terhadap keseluruh bagian display. Sebutkan bagian
–bagian display tersebut!
|
10
|
3.
Kerusakan
/ perubahan display produk perlu dilakukan identifikasi. Mengapa demikian?
Jelaskan!
|
10
|
4.
Seburkan
sebab-sebab perubahan display produk!
|
5
|
5.
Dari
soal tersebut diatas, bagaimana cara mengatasinya!
|
10
|
6.
Sebutkan
cara antisipasi yang dilakukan manajemen dalam mengatasi perubahab display
produk!
|
10
|
7.
Sebutkan
sikap yang diperlukan dalam mengatasi perubahan display produk!
|
5
|
8.
Jelaskan
tentang kegiatan observasi dalam melakukan perubahan display produk!
|
10
|
2. Pedoman
Penskoran Semua Indikator :
Kegiatan
|
Skor
|
Ulangan Reguler tentang Materi
klasifikasi barang
|
100
|
3. Skor
maksimal :
3.1. Nomor 1, 2, 3, 5, 6, 8 = 60
Nomor4,
6, = 10
Jumlah = 70
3.2. Nilai
Ulangan
.
Nilai Akhir = 70/7
= 10
Mengetahui Blora, 15 Januari 2012
Kepala SMK Kristen Blora Guru
Mata Diklat
Dra. Ema Rumayanti Dra. Suparni
RENCANA
PELAKSANAAN PEMBELAJARAN
NOMOR 03
Sekolah : SMK KRISTEN BLORA
Mata Pelajaran : Produktif Pemasaran
Kelas / Semester : XI/4
Pertemuan Ke : XIV(Empatbelas) s.d XIX (Sembilanbelas)
Alokasi Waktu : 12 x 45 menit
Standar Kompetensi : Menata Produk
Kode Standar Kompetensi : 121.K.K.02
Kompetensi Dasar : Trampip dalam mengatasi
perubahan display produk
Indikator : 1. Cermat dan teliti dalam memonitor display produk
2. Tugas dan tanggung jawab Merchandiser.
A. Tujuan Pembelajaran
Diharapkan siswa memiliki kompetensi – kompetensi
atau pengalaman belajar tentang
1.
Memonitor
display produk
2.
Teliti dalam memonitor penataan /
display produk
3.
Bertanggung jawab dalam memonitor
display produk
4.
Dapatmenjelaskan tentang merchandiser.
5.
Pelaksanaan
Merchandising dalam Penjualan Retail:
6.
Pelatihan
Tanggung Jawab dari Merchandiser Penjualan Eceran:
7.
Persyaratan
fisik untuk Merchandisers Penjualan Eceran:
8.
. Kegiatan dari seorang merchandiser
B. Materi Pembelajaran
Memonitir display produk.
Sikap yang
dibutuhkan dalam memonitor display produk:
1.
Cermat
2.
Teliti
3.
Bertanggung jawab
Pelaksanaan
Merchandising dalam Penjualan Retail:
Sebagai merchandiser penjualan eceran, Anda akan
memastikan bahwa tingkat yang tepat saham dipertahankan, dan bahwa barang
dagangan adalah ditampilkan secara tepat dengan signage yang tepat dan
penempatan rak menguntungkan. Ini termasuk setup, rencana- pro-gram eksekusi,
serta kaus kaki itu. fronting, menghadapi, dan berputar produk pabrikan.
Pelatihan Tanggung Jawab dari Merchandiser Penjualan Eceran:
Pelatihan adalah kunci bagi
keberhasilan posisi ini karena karyawan toko yang memiliki kesadaran dan
apresiasi terhadap produk-produk tertentu lebih mungkin untuk merekomendasikan
mereka kepada pelanggan. Mempertahankan hubungan yang baik dengan karyawan di
semua tingkat adalah penting, dan memiliki komunikasi yang efektif dengan baik
karyawan dan pelanggan sangat penting untuk keberhasilan.
Persyaratan fisik untuk Merchandisers Penjualan Eceran:
Karena posisi
ini memerlukan penanganan konstan barang eceran penjualan. merchandiser harus
siap untuk melakukan perjalanan, drive, dan terlibat dalam aktivitas fisik yang
cukup. Anda harus bersedia dan mampu mengangkat dan memindahkan produk dalam
pekerjaan ini, dan penggunaan praktek-praktek keselamatan yang tepat dan
peralatan akan menjadi penting.
Kegiatan Kerja bervariasi tergantung pada perusahaan dan sektor ritel tertentu, tetapi biasanya akan mencakup:
1.
Produk berkisar perencanaan dan penyusunan dan rencana
penjualan saham dalam hubungannya dengan pembeli;
2. Penghubung
dengan pembeli, analis, toko, pemasok dan distributor;
3. Mempertahankan
perpustakaan yang lengkap data yang sesuai;
4. Bekerja sama dengan kepala staf tampilan
visual dan departemen untuk memutuskan bagaimana barang harus ditampilkan untuk
memaksimalkan minat pelanggan dan penjualan;
5. Rencana tata letak produksi untuk toko
6 Peramalan laba dan penjualan, dan
mengoptimalkan volume penjualan dan profitabilitas bidang produk yang ditunjuk;
C. Metode Pembelajaran
1.
Ceramah disertai tanya jawab
2.
CBSA
3.
Contextual Teaching Learning (CTL) for
principle electricity.
D. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN
PEMBELAJARAN
1.
Pertemuan Keempatbelas
1.1. Kegiatan Awal (10 menit)
1.1.1. Apersepsi menggunakan pemahaman penataan produk yang ada di sebuah super
market dengan metode tanya
jawab ringan.
1.1.2. Motivasi dibangkitkan melalui pemberian pertanyaan , sehingga dapat
membangkitkan pikiran siswa tentang memonitor display produk.
1.2.
Kegiatan Inti (70 menit)
1.2.1. Ekplorasi,
1.2.1.1. Optimalisasi pemahaman dan pengetahuan
siswa tentang meminitor
display produk.
1.2.1.2. Menggali dan menemukan konsep, prinsip dan
cara yang tepat , melalui metode pembelajaran yang relevan.
1.2.2.
Elaborasi
1.2.2.1. Membudayakan penggunaan prosedur yang baik dan benar dalam proses berfikir, harapannya adalah adanya aplikasi praktis pada fenomena / persoalan sehari
– hari.
1.2.2.2. Membiasakan diri dalam memecahkan masalah penataan produk, evaluasi penataan produk.. .
1.2.3.
Konfirmasi
1.2.3.1. Penyamaan persepsi menggunakan metode
Librarian Study, dengan
pelaksanaan praktik studi di lapangan.
1.3.
Kegiatan Akhir (10 menit)
1.3.1. Review tentang pemahaman materi memonitor display produk
1.3.2. Penugasan berupa tugas mandiri terstruktur
tentang evaluasi display
produk..
2.
Pertemuan Kelimabelas
2.1.
Kegiatan Awal (10 menit)
2.1.1. Apersepsi menggunakan pemahaman penataan produk yang ada di sebuah super
market dengan metode tanya
jawab ringan.
2.1.2. Motivasi dibangkitkan melalui tanya jawab. Tujuannnya untuk membuktikan kepada peserta didik apakah telah memahami materi yang telahh diajarkan sebelumnya atau belum.
2.2.
Kegiatan Inti (70 menit)
2.2.1. Ekplorasi,
2.2.1.1. Optimalisasi pemahaman dan pengetahuan
siswa tentang merchandiser..
2.2.1.2. Menggali dan menemukan konsep, prinsip, cara dan metode melalui berbagai
metode pembelajaran yang relevan.
2.2.1.3. Merumuskan cara yang dianggap praktis dalam pemahaman materi
tentang merchandiser.
2.2.2.
Elaborasi
2.2.2.1. Membudayakan penggunaan cara-cara
yang baik dan benar dalam proses berfikir, harapannya adalah aplikasi praktis pada fenomena /
persoalan sehari – hari.
2.2.2.2. Membiasakan diri dalam memecahkan masalah
sesuai dengan langkah ilmiah .
2.2.3.
Konfirmasi
2.2.3.1. Penyamaan persepsi menggunakan metode
Librarian Study, dengan fenomena sehari – hari yang ada di lapangan.
2.2.3.2. Mengkonfirmasikan pengetahuan yang didapat
siswa dengan praktisi /Merchandiser
itu sendiri.
2.3.
Kegiatan Akhir (10 menit)
2.3.1
Review
tentang pemahaman materi
merchandiser.
3.3.1
Penugasan
berupa kunjungan ke
supermarket terdekat secara mandiri kepada semua siswa untuk mengkorelasikan tentang merchandiser dengan penataan produk.
3. Pertemuan keenambelas
3.1. Kegiatan Awal (10
menit)
3.1.1. Apersepsi
menggunakan pendekatan review tentang Pelaksanaan Merchandising dalam Penjualan Retail.
3.1.1
. Motivasi dibangkitkan melalui pembahasan singkat tetapi rinci tentang pelaksanaan merchandising dalam penjualan
eceran.
3.2.
Kegiatan Inti (70 menit)
3.2.1.
Ekplorasi,
3.2.1.1. Optimalisasi pemahaman dan pengetahuan
siswa tentang pelaksanaan
merchandising dalam penjualan eceran.
3.2.1.1. Menggali dan menemukan konsep, prinsip dan
fenomena potensial , dalam penyampaian materi “ pelaksanaan
merchadising dalam penjualan eceran”
3.2.1.1. Melakukan kajian/analisa konsep khususnya usaha dagang dalam pengadaak tenaga merchandiser..
3.2.2.
Elaborasi
3.2.2.1. Membudayakan cara-cara yang dapat dimanfaatkan khususnya
penjual , dengan harapan ada aplikasi praktis dalam kehidupan sehari –
hari.
3.2.2.1. Membiasakan diri dalam memecahkan masalah melalui studi pustaka serta melalui kajian dilapangan..
3.2.3.
Konfirmasi
3.2.3.1. Penyamaan persepsi antara penggunakan metode Librarian Study, dengan praktik lapangan sehari –
hari.
3.2.3.1. Mengkonfirmasikan pengetahuan yang didapat
siswa dengan praktisi merchandiser / nara sumber yang dikenal di lapangan.
3.3.
Kegiatan Akhir (10 menit)
3.3.1.
Review
tentang pemahaman materi Pelaksanaan
Merchandising dalam Penjualan Retail.
3.3.1.
Penugasan
berupa resume hasil eksplorasi tentang pelaksanaan merchandising dalam penjualan eceran.
4. Pertemuan Setujuhbelas
4.1. Kegiatan Awal (10
menit)
4.1.1. Apersepsi menggunakan pendekatan review tentang Pelatihan
Tanggung Jawab dari
Merchandiser Penjualan Eceran
4.1.2. Motivasi dibangkitkan melalui pembahasan singkat tetapi rinci
tentang materi yang diberikan.
4.2. Kegiatan Inti (70 menit)
4.2.1.Ekplorasi,
4.2.1.1. Optimalisasi pemahaman dan pengetahuan siswa tentang Pelatihan
Tanggung Jawab dari
Merchandiser Penjualan Eceran
4.2.1.2. Menggali dan menemukan konsep, prinsip dan
fenomena baru tentang Pelatihan Tanggung Jawab
dari Merchandiser Penjualan Eceran
melalui metode pembelajaran yang relevan.
4.2.1.3. Mereview kembali
semua perumusan yang digunakan, dengan harapan dapat menemukan rumusan yang
lebih praktis.
4.2.2. Elaborasi
4.2.2.1.
Membudayakan penggunaan
cara yang baik dan benar dalam proses berfikir, harapannya adalah aplikasi praktis pada fenomena /
persoalan sehari – hari.
4.2.2.2. Latihan
mengerjakan soal bersifat komprehensif dengan berbagai variabel.
4.2.3. Konfirmasi
4.2.3.1. Penyamaan
persepsi menggunakan metode Librarian Study,
pemanfaatan internet sebagai langkah awal konfirmasi konsep, prinsip
serta pemahaman tentang Pelatihan Tanggung Jawab
dari Merchandiser Penjualan Eceran
4.2.3.2. Mengkonfirmasikan pengetahuan yang didapat
siswa dengan praktisi merchandiser / nara
sumber yang dikenal.
4.3. Kegiatan Akhir (10 menit)
4.3.1. Review Capita selekta
tentang Pelatihan Tanggung
Jawab dari Merchandiser Penjualan Eceran
4.3.2. Penugasan khusus berupa tugas tingkat lanjut untuk akselerasi bagi
siswa yang memiliki kemampuan lebih,
4.3.3. Penugasan terstruktur klasikal bagi seluruh siswa tanpa kecuali.
5. Pertemuan kedelapanbelas
5.1. Kegiatan Awal (10 menit)
5.1.1 . Apersepsi menggunakan pendekatan review
tentang materi sebelumnya.
5.1.2. Motivasi dibangkitkan melalui
pembahasan singkat tetapi rinci tentang. persyaratan fisik merchandiser penjualan eceran
5.2. Kegiatan Inti (70 menit)
5.2.1.
Ekplorasi,
5.2.1. 1. Optimalisasi dan akselerasi pemahaman dan
pengetahuan siswa tentang persyaratan fisik merchandiser penjualan
eceran.
5.2.1. 1. Menemukan perumusan pada berbagai fenomena tentang persyaratan fisik
merchandiser penjualan eceran.
5.2.1. 1. Analisis tingkat lanjut untuk siswa yang memiliki kemampuan lebih.
5.2.2. Elaborasi
5.2.2. 1. Membiasakan diri penggunaan cara yang baik dan benar dalam proses berfikir, harapannya adalah
aplikasi praktis pada fenomena / persoalan sehari – hari.
5.2.2. 1. Latihan mengerjakan soal bersifat kompleks
dengan berbagai variabel.
5.2.3. Konfirmasi
5.2.3. 1. Penyamaan persepsi menggunakan metode
Librarian Study, pemanfaatan internet .
5.2.3. 1. Mengkonfirmasikan pengetahuan yang didapat
siswa dengan praktisi merchandiser / nara sumber yang dikenal.
5.3. Kegiatan Akhir (10 menit)
5.3. 1.
Review
Capita Selecta implementasi dari
usaha dagang yang memiliki merchandiser.
5.3.1. Penugasan khusus berupa small experiment untuk akselerasi bagi
siswa yang memiliki kemampuan lebih
5.3.2. Penugasan terstruktur klasikal bagi
seluruh siswa tanpa kecuali.
6. Pertemuan kesembilanbelas
6.1. Kegiatan Awal (10 menit)
6.1. 1. Apersepsi tentangmateri yang telah diberikan sebelumnya.
6.1. 1. Motivasi dibangkitkan melalui pembahasan
singkat tetapi rinci tentang
kegiata marchandiser..
6.2. Kegiatan Inti (70 menit)
6.2.1. Ekplorasi,
6.2.1. 1. Pengayaan pemahaman dan pengetahuan siswa
tentang kegiata marchandiser..
6.2.1. 1.
Analisis
tingkat lanjut untuk siswa yang memiliki pemahaman lebih, tentang kegiatan merchandiser sebagai sarana untuk
meningkatkan kwalitas layanan pelanggan .
6.2.2. Elaborasi
6.2.2. 1. Membiasakan diri dalam memecahkan masalah
sesuai dengan langkah ilmiah melalui kegiatan – kegiatan : observasi, problem
solving, dan studi pustaka.
6.2.2. 1. Latihan mengerjakan soal bersifat kompleks
dengan berbagai variabel.
6.2.3. Konfirmasi
6.2.3. 1. Penyamaan persepsi menggunakan metode
Librarian Study, pemanfaatan internet
sebagai sarana pembelajaran
untuk pemecahan fenomena dilapangan sehari – hari.
6.2.3. 1. Mengkonfirmasikan pengetahuan yang didapat
siswa dengan praktisi merchandiser / nara sumber yang dikenal.
6.3. Kegiatan Akhir (10 menit)
6.3. 1. Review Capita Selecta implementasi penataan produk sebagai sarana
menarik minat membeli.
6.3.2. Penugasan khusus berupa small experiment untuk akselerasi bagi
siswa yang memiliki kemampuan lebih
E. Alat / Media Belajar
1.
Internet
2.
Lap Top dan LCD
3.
Lingkungan
4.
Perpustakaan
5.
Buku
pegangan guru.
F.
Buku
Pegangan Guru / Siswa
1. Puspitasari, Devi, Direktorat Pembinaan
Sekolah Kejuruan ,Direktorat Jendral Manajemen Pendidikan Dasar dan Menengah
Departemen Nasional, 2008.
2.
Materi Training assessor Penjualan, 2006
3.
Modul Menata Produk
4.
UU No. 8 Tahun 1999
G.
T u g a s
1. Tugas
Terstruktur
2. Tugas
Non Terstruktur / Tugas Mandiri
H. Penilaian Hasil Belajar
Teknik : Penilaian Langsung
Bentuk Instrumen : 2.1. Tes
lisan jawaban tertulis (evaluasi reguler)
2.2. Tugas
Khusus (soal essay)
Soal/ Instrumen : Pilihan ganda 5 opsi jawaban
Ulangan Reguler, 8 soal essay
Ulangan Remedial 1, 6 soal essay
Ulangan Remedial 2, 3 soal essay
Ulangan Remedial 3, 3 soal essay
1. Pedoman Penskoran Indikator
1 :
Kegiatan
|
Skor
|
1. Jelaskan cara yang dapat dilakukan
manajemen untuk memonitor display produk.!
|
5
|
2.
Sebutkan 3
alat yang biasa digunakan untuk memonitor display produk!
|
5
|
3.
Sebut dan
jelaskan, sikap yang diperlukan dalam memonitir display produk!
|
5
|
2. Pedoman Penskoran Indikator
2 :
Kegiatan
|
Skor
|
4. Jelaskan tentang pelaksanaan Merchandising dalam penjualan
eceran!
|
5
|
5.
Sebutkan persyaratan
fisik untuk Merchandisers penjualan eceran!
|
5
|
6. Sebutkan kegiatan dari seorang merchandiser dari suatu
toko swalayan!
|
5
|
.3. Pedoman
Penskoran Semua Indikator :
Kegiatan
|
Skor
|
Ulangan Reguler Materi Menata Produk
|
10
|
4. Skor
maksimal :
Nomor
1 s/d 6 total nilai =
30
Nilai Ulangan
.
Skor
Maksimal Ulangan = 10 (6 Nomor )
Nilai Akhir = 30 : 3 = 10
Mengetahui Blora, 15 Januari 2012
Kepala SMK Kristen Blora Guru Mata Diklat
Dra. Ema Rumayanti Dra. Suparni
Mohegan Sun at Pocono Downs Tickets - TicketSmarter
BalasHapusFind Mohegan Sun 청주 출장샵 at 세종특별자치 출장안마 Pocono Downs venue 상주 출장안마 concert and 하남 출장안마 event schedules, venue information, directions, and seating charts. 거제 출장안마